Komunikasi audio
Komunikasi audio adalah bentuk komunikasi yang dilakukan dan
terjadi melalui media audio. Komunikasi itu sendiri didefinisikan
sebagai "suatu proses seseorang atau beberapa orang, kelompok,
organisasi, dan masyarakat yang menciptakan juga menggunakan informasi
agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain"
[1].
Sedangkan media audio itu sendiri adalah " media untuk menyampaikan
pesan yang akan disampaikan dalam bentuk lambang – lambang auditif, baik
verbal (kedalam kata – kata atau bahasa lisan ) maupun non verbal."
[2].
jadi komunikasi audio adalah proses seseorang untuk dapat bertukar
informasi juga berinteraksi dengan orang dan lingkungannya melalui
lambang auditif (audio) baik dalam bentuk komunikasi verbal maupun non
verbal.
Perkembangan Media audio
Teknologo selalu mengalami perkembangan dari masa ke masa, dan
berkembangnya teknologi pun mempengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan,
pada fokus kali ini bagaimana dampak teknologi terhadap media audio.
Perkembang teknologi terhadap media audio sudah dimulai sejak abad ke
18, dalam rentang waktu tahun 1800-an sampai dengan tahun 1900-an, para
penemu menciptakan alat-alat mekanis seperti kotak musik dan
nickelodeons dalam usahanya untuk dapat memproduksi musik. Thomas Edison
memulai proses pengembangan teknologi perekaman dan pemutaran pada
tahun 1877, pengembangan yang ia lakukan bertujuan agar dapat membuat
perangkat untuk dapat merekam pesan atau sebagai mesin penjawab telepon,
Thomas Edison memperluas percobaan Leon Scott de Martinville yang
dilakukan pada tahun 1850-an untuk menghasilkan mesin berbicara atau
phonograph pada tahun 1877, dengan cara memutar kembali rekaman suara
dari lukisan di kertas timah. Kemudian, Edison menggantikan kertas timah
tersebut dengan lilin. Emile Berliner menciptakan flat record pertama
dari logam dan shellac yang diperuntukan untuk dapat bermain pada
gramofon sehingga dapat menyediakan produksi rekaman dalam jumlah
massal. Pada permulannya, rekaman standar dapat dimainkan pada 78
putaran per menit, akan tetapi setelah shellac menjadi komoditas yang
sulit ditemukan atau langka ditandai dengan adanya perang dunia kedua,
rekaman yang dibuat dialihkan pada material yang berasal dari plastik
polivinil. Lima tahun kemudian, record player yang diproduksi sudah
memungkinkan untuk memutar rekaman pada berbagai kecepatan
[3]
Era Analog
Era analog bagi audio adalah era dimana audio masih menganut dan
menggunakan sistem analog. Sistem analog merupakan sebuah bentuk
komunikasi melalui elektromagnetik yang melewati proses-proses
pengiriman sinyal dan data yang berupa bentuk gelombang secara
berkelanjutan yang mengirimkan informasi tertentu dengan cara mengubah
gelombang.
[4].
Jenis-jenis media audio analog
Compact Cassette,
atau yang dikenal atau bisa disebut baik itu kaset, pita kaset, maupun
tape merupakan media penyimpan data yang umumnya berupa lagu. Berasal
dari bahasa Perancis, yakni cassette yang memiliki arti "kotak kecil".
Kaset menggunakan sistem pita magnetik yang dapat merekam data dengan
format suara. Dimulai pada tahun 1970 sampai dengan 1990-an, kaset
menjadi salah satu format media yang paling umum digunakan dalam
industri musik.
Era Digital
Era digital menjadi sebuah titik balik bagi media audio, dimana
ditandai dengan sebuah bentuk perubahan teknologi yang tadinya
menggunakan pita magnetik untuk dapat merekam format suara, menjadi
sebuah teknologi yang dapat mengubah sinyal data ke dalam suatu bentuk
kombinasi yang berupa urutan dan angka.
[4].
Jenis-jenis media audio digital
Cakram padat
(bahasa Inggris: compact disc, atau biasa disebut dengan CD) adalah
cakram optik digital yang diperuntukan untuk menjadi penyimpanan data.
Sejak diperkenalkan secara resmi pada tahun 1982, CD memperoleh puncak
penjualan pada tahun 2000 yang mencapai 2.445 juta keping. Kelebihan
dari teknologi baru bernama CD ini adalah minimnya noise seperti yang
ditimbulkan pada kaset, dan juga penggunaannya yang dimana bentuk CD
sangat ringan, tipis, dan mudah dibawa serta memiliki masa penggunaan
produk yang lebih lama jika dibandingkan dengan kaset, tidak hanya itu
CD juga menawarkan kapasitas penyimpanan data yang besar serta
kapabilitas produksi yang lebih efisien. Meskipun banyak kelebihan yang
dirasakan dengan berkembanganya teknologi di bidang audio yang dapat
menyempurnakan media audio pada era sebelumnya, akan tetapi terdapat
kelemahan dari CD dibanding pendahulunya kaset, yaitu terletak pada
kualitas suara yang dihasilkan tidak sebagus pada pita kaset yang sudah
mengpalikasikan sistem suara standar sinus murni, akan tetapi CD
mengpalikasikan sistem yang berupa trap atau tangga yang berbentuk sinus
dari hasil perubahan sinyal digital ke sinyal analog, sehingga
kejernihan suara tidak sejernih atau sebagus bila dibandingkan dengan
pita kaset.
Hingga saat ini compact disc sudah mensupport cukup banyak format audio untuk dapat dimainkan antara lain :
- WAV adalah sebuah bentuk standar suara yang terdapat pada menu windows.
- MP3 atau MPEG, Audio Layer 3 adalah sebuah bentuk aplikasi
yang didalamnya dapat menghasilkan audio yang kualitasnya tidak jauh
beda dengan CD audio sehingga pada saat itu menjadi sangat populer dan
mudah digunakan.
- AAC yang merupakan kependekan dari Advanced Audio Coding
adalah sebuah bentuk aplikasi yang terdapat dalam standar Motion Picture
Experts Group ( MPEG ). Sample rate yang mampu ditawarkan oleh AAC
mencapai dua kali sample rate MP3 ( MPEG, Audio Layer 3 ). Kualitas
format audio nya pun sudah cukup baik sekali. Salah satu contoh yang
telah menggunakan format audio ini adalah iTunes, toko musik online
milik Apple. Kita juga dapat menemukan format audio ini dalam salah satu
produk mereka yakni iPod, peranti elektronik pemutar musik yang
terkenal dengan kualitas audionya.
- WMA atau Windows Media Audio adalah suatu bentuk audio
digital yang di perkenalkan oleh Microsoft Corporation, perusahaan
teknologi terbesar di dunia. Format WMA ini di gemari oleh vendor musik
online di seluruh dunia karena dukungannya terhadap anti pembajakan
musik online.
Bentuk pemanfaatan media audio dalam komunikasi
Ekononomi
Dalam dunia ekonomi, komunikasi melalui media audio sangat
berorientasi pada masalah profit dan juga penjualan, bisa dilihat
bahwasanya dengan semakin majunya media audio, proses penyebaran lagu
dan pemasarannya juga lebih cepat, semua orang bisa mengakses lagu tepat
serentak diseluruh negara pada saat diluncurkan, sehingga kemudahan
dalam sektor penjualan dan penyebaran lagu dirasa lebih mudah
Sosial
Sosial merupakan bentuk bagaimana kita berinteraksi dengan lingkungan
atau orang sekitar sehingga kita dapat kenal atau akrab dengan sekitar
kita, dengan komunikasi media audio, kita dapat lebih mudah menyampaikan
pesan atau apa yang kita rasakan melalui media audio, untuk contohnya
saat kita berinteraksi dengan kekasih kita, tidak jarang menemui masalah
dan diharuskan untuk meminta maaf, dan seiring dengan berkembangnya
komunikasi media audio, kita dapat dengan mudah menyatakan permintaan
maaf kita melalui pemanfaatan media ini, seperti memberikan lagu favorit
kepada kekasih kita, atau lagu bertemakan permintaan maaf.
Politik
Propaganda identik dengan kegiatan politik, karena bila kita
berbicara tentang politik kegiatan mempengaruhi dan dipengaruhi
sangatlah kental, tentu pengertian politik pun berhubungan dengan
kepercayaan, trusthworthy, trustable, figur seseorang menjadi sebuah
unsur penting. Proses mempengaruhi sangat bisa dirangsang melalui
stimulus dari musik, musik menyampaikan sesuatu melalui keharmonisan dan
ketatanan yang membuat seseorang yang mendengarnya menjadi tertarik dan
bahagia karena dapat merangsang hormon endorphin kita. Musik terdiri
dari lirik yang berupa tulisa atau teks yang boleh berisikan apa saja,
dan hampir tidak terbatas, karena dalam konteks seni, dari sini di dunia
propaganda dapat memanfaatkan hal ini, hal hal yang tidak dapat mereka
sampaikan pada pidato atau bentuk formal, dapat mereka sampaikan melalui
lirik lagu atau syair, mereka bebas menuangkan apa yang mereka inginkan
tanpa ada batasannya.
Budaya
Pengenalan aspek aspek budaya merupakan sangat penting bagi
keberlangsungan budaya, budaya harus dijaga bersama agar, budaya yang
sudah diturn temurunkan oleh leluhur dapat dilestarikan. Tapi bagaimana
caranya budaya dapat dijaga ? tentu kita harus bisa lebih mengenal
budaya itu sendiri, cara mengennalnya pun ada banyak, dengan pergi ke
museum atau browsing, tapi tentu sebagian besar dari kita akan befikir
sedikit malas untuk berusaha sendiri, oleh karena itu pemanfaatan
komunikasi media audio ini sangatlah membantu, seperti pemberian cd
gratis berisis lagu lagu daerah, atau isi dari cerita rakyat, sehingga
theatre of mind dari setiap orang yang mendengarkan lebih dapat
terbangun kembali, dan lebih sadar akan guna dari budaya tersebut.
Pendidikan
Proses pengajaran di kelas terkadang sangat membosankan seperti kita
terus menerus mendengarkan kata kata yang diulang, atau dengan intonasi
yang datar, siswa atau mahasiswa akan lebih cenderung malas mendengar
sehingga kita menjadi lebih pasif, akan tetapi pemanfaatan media audio
ini menjadi salah satu kemajuan dibidang pendidikan dimana kita dapat
memulai sesuatu dengan cara membangung theatre of mind, seperti
penggunaan native speaker, atau drama radio di kelas, yang selain lebih
menarik juga dapat membantu kita untuk berimajinasi dan melatih otak
kita, sehingga kita dapat lebih berperan aktif dalam program ajar
mengajar baik di kelas ataupun di kampus. Sehingga minat dari siswa atau
siswi sendiri mulai muncul dan terstimulus dari audio yang melahirkan
theatre of mind dari tiap pendengarnya.
Hiburan
Proses pengajaran di kelas terkadang sangat membosankan seperti kita
terus menerus mendengarkan kata kata yang diulang, atau dengan intonasi
yang datar, siswa atau mahasiswa akan lebih cenderung malas mendengar
sehingga kita menjadi lebih pasif, akan tetapi pemanfaatan media audio
ini menjadi salah satu kemajuan dibidang pendidikan dimana kita dapat
memulai sesuatu dengan cara membangung theatre of mind, seperti
penggunaan native speaker, atau drama radio di kelas, yang selain lebih
menarik juga dapat membantu kita untuk berimajinasi dan melatih otak
kita, sehingga kita dapat lebih berperan aktif dalam program ajar
mengajar baik di kelas ataupun di kampus. Sehingga minat dari siswa atau
siswi sendiri mulai muncul dan terstimulus dari audio yang melahirkan
theatre of mind dari tiap pendengarnya
Kelebihan komunikasi melalui media audio
Komunikasi melalui media audio memiliki beberapa keunggulan seperti :
[5]
- Harga murah dan variasi program lebih banyak daripada TV.
- Sifatnya mudah untuk dipindahkan.
- Dapat digunakan bersama – sama dengan alat perekam radio, sehingga dapat diulang atau diputar kembali.
- Dapat merangsang partisifasi aktif pendengaran siswa, serta dapat
mengembangkan daya imajinasi seperti menulis, menggambar dan sebagainya.
- Dapat memusatkan perhatian siswa seperti membaca puisi, sastra, menggambar musik dan bahasa
- Dapat menggantikan Guru dengan lebih baik, misalnya menghadirkan
ahli dibidang – bidang tertentu, sehingga kelemahan guru dalam mengajar
tergantikan. - Pelajaran lewat radio bisa lebih bermutu baik dari segi
ilmiah maupun metodis. Ini mengingat Guru kita terkadang jarang
mempunyai waktu yang luang dan sumber untuk mengadakan penelitian.
- Dapat menyajikan laporan seketika, karena biasanya siaran – siaran
yang aktual itu dapat memberikan kesegaran pada sebagian besar topik.
- Dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu.
Kekurangan komunikasi melalui media audio
Beberapa kelemahan komunikasi dengan media audio antara lain :
[6]
- Memerlukan suatu pemusatan pada suatu pengalaman yang tetap dan
tertentu, sehingga pengertiannya harus didapat dengan cara belajar
khusus.
- Media Audio yang menampilkan symbol digit dan analog dalam bentuk
auditif adalah abstrak, sehingga pada hal – hal tertentu memerlukan
bantuan pengalaman visual.
- Karena abstrak, tingkatan pengertiannya hanya bisa dikontrol melalui
tingkatan penguasaan pembendaharaan kata – kata atau bahasa, serta
susunan kalimat.
- Media ini hanya akan mampu melayani secara baik bagi mereka yang sudah mempunyai kemampuan dalam berfikir abstrak.
- Penampilan melalui ungkapan perasaan atau symbol analog lainnya
dalam bentuk suara harus disertai dengan perbendaharaan pengalaman
analog tersebut pada si penerima. Bila tidak bisa maka akan terjadi
kesalah pahaman.
Referensi
- ^ Ruben Brent D dan Lea P Stewart. (2006). Communication and Human Behavior. United States: Allyn and Bacon
- ^ Arief S Sadiman. (2009). Media Pendidikan : Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatanya. Jakarta : Raja Grafindo Persada
- ^ Grant, A. E. & Meadows, J. H. (2010). Communication Technology Update and Fundamentals. 12th Edition. Focal Press
- ^ a b Straubhaar,
J., laRose, R. & Davenport, R. (2011). Media Now: Understanding
Media, Culture, and Technology, 2011 Update Seventh Edition.
Thomson-Wadsworth.
- ^ Arief S. Sadiman, dkk. 2009. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali Press.
- ^ Sudjana, Nana, & Rivai, Ahmad. 2005. Media Pengajaran (Pengunaan & Pembuatannya). Bandung : Sinar Baru Algesindo.